===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Kementan Dukung Pengembangan Alternative Development Aceh Bebas Narkoba

Kategori : Kementerian Rabu, 01 Agustus 2018 - Oleh

Gayo Lues | Kementerian Pertanian (Kementan) sangat mendukung program Alternative Development yang digalakan di Aceh. Untuk itu Kementan telah mengalokasikan penyediaan alat mesin pertanian sebagai bentuk dukungan. Diantaranya memberikan bantuan berupa traktor roda 2 sebanyak 25 unit, pompa air sebanyak 10 unit, rice transplanter sebanyak 5 unit, hand sprayer sebanyak 50 unit, alat tanam jagung sebanyak 30 unit dan cultivator sebanyak 15 unit. Hal tersebut disampaikan oleh Mukti Sardjono, Staf Ahli Menteri Pertanian yang mewakili Menteri Pertanian saat melakukan Tanam Perdana Program Alternative Development Aceh di Gampong Agusen Kab.Gayo Lues Provinsi Aceh pada hari Senin tanggal 26 Februari 2018

Mukti menambahkan, untuk Tahun Anggaran 2018 Kementerian Pertanian telah mengalokasikan kegiatan di Kabupaten Gayo Lues berupa: (1) Tanaman Pangan: jagung hibrida 2.050 ha dan padi gogo seluas 310 ha, (2) Tanaman Perkebunan: intensifikasi kopi 200 ha dan peremajaan kopi 400 ha, (3) Tanaman Hortikultura: pengembangan Cabe Merah 25 ha dan Bawang Putih 10 ha.

Turut hadir pada acara tersebut Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso, Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Bupati Gayo Lues, Anggota DPR RI, DPRA, DPRK, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan mewakili Menteri Pertanian, perwakilan dari KLHK, Kementerian Koperasi, pejabat Kabupaten Gayo Lues dan lebih dari 500 masyarakat Gayo Lues.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gayo Lues menyampaikan terima kasih kepada BNN dengan adanya Program Alternative Development yang di pusatkan di Gampong Agusen Kab.Gayo Lues. Wilayah tersebut merupakan salah satu daerah penghasil ganja. Saat ini ada sekitar 900 orang masyarakat Gayo Lues yang ditangkap karena kasus narkotika, dan 1.800 orang yang menjadi buron. Dengan adanya program Alternative Development ini diharapkan agar penanaman ganja di Aceh dapat dihilangkan. Masyarakat diberikan pemahaman tentang pengolahan alternatif berbagai jenis tanaman pertanian pengganti tanaman ganja agar memiliki nilai tambah secara ekonomi untuk masyarakat.

“Kami mengusulkan kepada Kementerian Pertanian untuk memberikan bantuan pengembangan kopi arabika dan tanaman prospektif lainnya yang secara agroklimat dapat dikembangkan di wilayah ini,” kata Bupati Gayo.

Pemerintah melalui BNN telah mendesain program Alternative Development yaitu sebuah program khusus untuk mengganti tanaman penghasil narkotika dengan tanaman pertanian. BNN juga melakukan berbagai pelatihan kepada lapisan masyarakat. Saat ini, BNN sedang menyiapkan Inpres sehingga program ini nantinya dapat didukung oleh semua pihak dan dapat terlaksana seperti yang diharapkan.

Dalam kesempatan tersebut Budi Waseso, Kepala BNN menegaskan Indonesia saat ini dalam status Darurat Narkoba. Korban Narkoba saat ini sudah kita jumpai hampir di semua lapisan masyarakat, dari orang dewasa sampai balita. Dampak penyalahgunaan narkoba telah merugikan bangsa dan generasi mudanya baik kerusakan fisik, psikis, sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan bangsa. "Untuk itu kita menyatakan perang terhadap narkoba," tegas Budi.

Acara tersebut ditutup dengan penanaman perdana kopi arabika dan pemberian secara simbolis benih cabe kepada Bupati Gayo Lues oleh Staf Ahli Menteri Pertanian.

 

(sumber pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=2559)