===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Kementan Dorong Ekspor Lidah Mertua yang Bernilai Miliaran per Tahun, Ini 12 Manfaat Lidah Mertua

Kategori : Sains Kamis, 13 Desember 2018 - Oleh

 

Jakarta | Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya keras memperkuat perekonomian nasional melalui surplusnya neraca perdagangan.

Langkah yang dilakukannya adalah memacu peningkatan volume ekspor.

"Komoditas pertanian yang bernilai ekonomi tinggi atau ekspor sangat banyak."

"Sesuai arahan Menteri Pertanian untuk meraup dollar dari sektor pertanian, kami melirik pengembangan budidaya tanaman hias, bunga Bambu Suji dan Lidah Mertua yang permintaan ekspornya sangat tinggi," ujar Direktur Jenderal Hortikuktura Kementan, Suwandi, saat mengunjungi budidaya dan industri tanaman hias CV Asia Prima di Sukajaya, Salabintana, Sukabumi, Jumat (12/10/2018).

Untuk meningkatkan volume ekspor tanaman hias Bambu Suji dan Lidah Mertua, lanjut Suwandi, Kementan akan mendorong pengembangan budidaya melalui pola kemitraan.

Petani binaan akan diperluas dan kelembagaannya diperkuat agar sehingga budidayanya bisa berskala korporasi.

"Ke depan kami akan mendorong pengembangan budidaya Bambu Suji dan Lidah Mertua melalui pola kemitraan."

"Peluang budidayanya besar dan dilakukan petani. Jadi, kita bina petaninya, dan petani binaan diperluas," jelasnya.

"Ini bisa dijadikan pendapatan sampingan petani yang mata pencaharian utamanya menanam padi atau sayuran. Peluang usahanya sangat besar, budidayanya bisa pakai pekarangan rumah," tambahnya.

Eksportir tanaman hias sekaligus pemilik CV Asia Prima, Tarempa Patuo, mengaku memulai ekspor Bambu Suji atau dracina sanderiana sejak 1997.

Selain Bambu Suji, dia juga tanaman hias lainya berupa Lidah Mertua (Sansevieria Trifasciata).

Budidaya kedua jenis tanaman hias itu, lanjut Tarempa, dilakukan oleh para petani sehingga membangun pola kemitraan dengan ratusan petani.

Bambu Suji dirangkai dalam berbagai bentuk, seperti Pagoda, Guci dan Nanas.

Harga per rangkai bervariasi, mulai Rp 15.000 sampai Rp 150.000.

"Bambu Suji kami ekspor ke Korea, Singapore, Malaysia dan Australia, bahkan Amerika. Dari tahun ke tahun trennya terus meningkat. Kalau Lidah Mertua diekspor ke Korea dan Singapore," kata Tarempa.

Menurut dia, tingginya permintaan ekspor Bambu Suji karena telah bergesernya pemanfaatan.

Dulu, menurut Tarempa, kebutuhannya bersifat musiman, yakni untuk tahun baru Korea.


Sekarang, tren itu sudah bergeser sebagai tanaman hias untuk dekorasi rumah dan permintaanya sangat tinggi.

"Permintaan dari Belanda pun belum bisa dipenuhi. Ini bisnis di sektor pertanian yang sangat menguntungkan dan nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Tarempa.

Lebih lanjut Tarempa menjelaskan, ekspor Bambu Suji rata-rata dua kontainer per minggu.

Nilainya Rp 600 juta sehingga per tahunya mencapai Rp 32 miliar.

Adapun Lidah Mertua diekspor dua kali per bulan dengan nilai ekspor Rp 3 miliar per tahun.

 

 Bambu Suji dan Lidah Mertua

 

"Coba kalau seratus perusahaan tanaman hias seperti ini, kita bisa penuhi permintaan ke banyak negara."

"Volume ekspor naik, pertumbuhan ekonomi kita makin membaik, negara kita semakin hebat di mata negara-negara lain," ucap Tarempa.

Tarempa mengaku mengapresiasi upaya pemerintah yang mau mendorong budidaya tanaman hias.

Dia berterima kasih atas pelayanan Kementan yang mempermudah izin ekspor tersebut.

"Dulu butuh lama, sekarang dengan sistem online menjadi cepat dan gratis. Kami yakin, jika usaha ini semakin luas, perekonomian masyarakat pedesaan semakin maju," sambungnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Sukabumi, Deden menuturkan pemerintah daerah mendukung penuh upaya Kementan guna memperluas budidaya tanaman hias.

"Kami siap bekerja sama dengan pihak pengembang, baik tanaman bambu suji maupun Lidah Mertua."


"Pembinaan petani untuk terjun ke budidaya tanaman ini kita akan perbanyak lagi, sehingga bahan baku untuk industri bisa dipenuhi," ujarnya.

Data BPS menyebutkan ekspor pertanian pada 2017 mencapai Rp 442 triliun atau naik 24 persen dibanding 2016 sehingga berdampak pada surplusnya neraca perdagangan pertanian 2017 yang sebesar Rp 214 triliun.

Sementara itu, nilai ekspor komoditas hortikultura segar pada Januari sampai Juli 2018 mencapai Rp 1,22 triliun atau naik sebesar 60,5 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya, yakni hanya Rp 0,76 triliun.

 

Manfaat Lidah Mertua

Bagi para kolektor tanaman hias, pasti sudah tak asing dengan kecantikan flora ini.

Memang di nilai dari estetika, tanaman ini memiliki keindahan tersendiri untuk berdiri tegap di atas pot pekarangan anda.

Ternyata, dari segi kesehatan, lidah mertua juga sangat bermanfaat.

Paling unik dari tanaman ini adalah mampu bertahan hidup di tempat yang kering maupun lembab sekalipun.

Di bagian daunnya memang kaya akan air atau biasa di sebut dengan sukulen.

Bahkan jika anda sibuk dengan aktivitas anda, sehingga lupa untuk yidak menyiraminya, jangan khawatir.

Sebab lidah mertua anda masih bisa berdiri dengan gagahnya di atas pot.

 

Apa sajakah manfaat dari lidah mertua tersebut?

1. Menyerap polusi udara
Memang manfaat utama tanaman hijau pada umumnya adalah menyerap CO2 yang di pakai untuk pembakaran dan pembentukan fotosintesis.
Sehingga karbondioksida yang di serap tadi, akan di olah bersama klorofil lalu memproduksi oksigen dan energy berupa ATP untuk tumbuhan itu sendiri.
Itulah mengapa tumbuhan pada siang hari terasa sejuk ketika anda di sampingnya.
Namun ingat, untuk menghindari tanaman pada malam hari.
Sebab terjadi reaksi gelap pada tumbuhan kala malam hari.
Dimana mereka tidak lagi membutuhkan karbondioksida untuk proses fotosintesis, namun menggunakan oksigen. Sama seperti yang biasa manusia hirup.


2. Kemampuan penyerapan polutan yang tinggi
Tidak semua tanaman mampu menyerap polutan serta memiliki titik resisten yang tinggi.
Kemampuan inilah yang di andalkan oleh lidah mertua. Bahkan sampai 107 jenis polutan mampu ia tangani, lebih spesifik lagi terhadap asap rokok.
Untuk itu sangat di sarankan bagi pecandu rokok untuk memiliki tanaman ini di rumah.
Fungsinya agar menetralkan polusi.

3. Menetralisir aroma tidak sedap di dalam kulkas
Daun lidah buaya memiliki kandungan senyawa yang mampu menetralkan aroma dan bau tidak sedap pada ruangan, apalagi di dalam kulkas yang lembab.
Anda bisa memulainya dengan menaruh potongan potongan lidah mertua di pintu kulkas dan di sela sela ruangan.
Hal ini juga sama di lakukan pada industry yang bekerja di dalam ruangan khusus produksi.
Fungsinya adalah mampu bekerja baik dalam pereduksian senyawa beracun yang sangat berbahaya terhirup pekerja


4. Membantu mengurangi radiasi
Anda seorang yang selalu berada di depan layar computer, laptop, ataupun televise?
Maka perlulah untuk meletakkan tanaman ini di samping layar monitor anda.
Sebab kemampuan mereduksi gelombang radiasi yang di hasilkan oleh monitor.
Dengan begitu sangat baik untuk menjaga mata anda agar tetap sehat.

5. Bekerja sebagai antiseptic
Tanaman ini juga baik di gunakan sebagai anti septic.
Sebab kandungannya baik bekerja dalam membasmi kuman, bakteri yang tumbuh di jaringan luka.
Oleh sebab itu baik sebagai antiseptic.


6. Baik untuk hair tonik
Bukan hanya masalah kesehatan saja, tanaman lidah mertua juga berguna untuk perawatan rambut anda.
Jika anda mampu mengolah akarnya menjadi sari, lalu usapkan pada rambut anda.
Hal ini mampu menjadi penyegar rambut yang membantu merawat rambut anda agar tetap sehat dan berkilau.

7. Mengobati sakit kepala
Orang orang jaman dahulu ketika merasa sakit kepala biasanya memanfaatkan lidah mertua untuk penyembuhnya.
Caranya dengan membakar pada bagian daunnya.

8. Membantu mempercepat tumbuhnya rambut
Lidah mertua juga mampu membantu merangsang pertumbuhan akar pada rambut.
Sebab pada kandungan lidah mertua terdapat zat yang membantu mempercepat pertumbuhan akar rambut.
Caranya dengan membakar pada daunnya.
Lalu di aplikasikan pada rambut anda


9. Mampu mengurangi resiko diabetes
Diabetes salah satu penyakit yang paling rentan mengenai pada usia tua.
Oleh sebab itu, jika sejak muda anda tidak mempersiapkan hidup sehat, ketika tua siap menampung penyakit baru.
Salah satunya adalah diabetes.
Caranya dengan merebus 25 gram dari daging lidah mertua bersama 3 gelas air.
Tunggulah sampai ia mendidih, biarkan air yang ada dalam didihan hanya sisa satu gelas.
Konsumsilah sebanyak dua kali dalam sehari.

 

10. Menurunkan resiko tekanan darah tinggi (Hipertensi)

Penyakit tekanan darah tinggi juga kerap menjumpai para orang tua yang sudah memasuki tahap dewasa akhir.
Salah satu cara untuk mengurangi dan menurunkan resiko hipertensi tersebut adalah dengan mengonsumsi lidah mertua.
Caranya adalah dengan merebus akar bunga lidah mertua sebanyak 27 gram dalam 3 gelas air.
Lalu biarkan sampai mendidih, dan tunggulah sampai air sarinya tinggal menyisakan satu gelas.
Konsumsilah air tersebut sebanyak 2 kali dalam sehari.
 

11. Cocok diletakkan di dalam kamar mandi, dapur, dan kolam renang

Di lokasi tempat yang lembab dan cenderung mengundang bau tidak sedap, lidah mertua ini paling sering anda temui di sana.
Selain mampu menambah nilai estetika dari setiap tempat yang anda kunjungi, namun juga mampu memikat bau yang tidak sedap.
Oleh sebab itu, di sarankan anda juga mengikuti langkah tersebut.
 

12. Obat untuk ‘Sick Building Syndrome’

Sick Building Syndrome biasa di jumpai pada orag orang yang berada di dalam ruangan tidak sehat.
Hal ini di sebabkan karena tingginya kandungan zat karbondioksida, nikotin pada asap rokok, juga pemakaian AC yang berlebihan.
Pemberian daun lidah mertua sebanyak 5 lembar mampu mengatasi hal itu semua.
 
[◦ˆ⌣ˆ◦]
 
 

Artikel ini telah tayang di intisari-online.com dengan judul Kementan Dorong Ekspor Lidah Mertua yang Bernilai Miliaran per Tahun, Inilah 12 Manfaat Lidah Mertua