===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

SMK Pembangunan Pertanian Kutacane Terakreditasi A

Kategori : Daerah Kamis, 31 Januari 2019 - Oleh Ibrahim

 

Kutacane | Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, sudah terakreditasi A sejak 21 Desember 2018, melalui surat No.121/BAN_SM/SK/2018.

Kepala SMK PP Kutacane, Muhammad SP, MP, Kamis (31/1/2019) membenarkan, bahwa Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan non Formal telah menetapkan status akreditasi A.

“Dalam surat yang ditandatangani oleh Dr.Toni Toharudin,M.Sc, menetapkan SMK PP Negeri Kutacane dengan nilai 95 dan A (Unggul), untuk jurusan tanaman pangan dan hortikultura,” kata Muhammad.

Dikatakan, sekolah yang saat ini menampung 270 siswa dengan 2 jurusan, masing-masing Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Agribisnis Tanaman Perkebunan ini, terus berupaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan.

Muhammad juga menyampaikan, SMK PP Negeri Kutacane sebagai salah satu sekolah budaya dan bermutu di Aceh dan mulai meningkatkan program Internet Of Things (IOT) bagi guru dan siswanya dengan bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung.

Disebutkan, Memorandum of Understanding (MoU) itu tertuang dalam surat dengan no.44/SKK/x/2018, selain itu juga ada MoU dengan pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan Cianjur no./B11.2/PP/2019.

“Juga ada kerja sama dengan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (DITPSMK) dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan. Program sekolah pendukung ketahanan pangan nasional dan SEAMEO Biotrop dan program Total Produk Maintenance (TPM) dengan IF Subang, serta dengan sejumlah Dunia Usaha dan Industri (DUDI)” imbuh Muhammad.

Lanjutnya, pihaknya sudah memiliki dua orang asesor dibimbing Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan siap untuk membuka Tempat Uji Kompetensi, dengan siapnya guru produktif berkompetensi untuk membuka teaching factory.

“Begitu juga dalam menghadapi era industri 4:0 pun sudah mulai kita persiapkan,” demikian Mtis, panggilan akrabnya. [◦ˆ⌣ˆ◦]

 

Artikel ini telah tayang di sini