===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Peduli Nasib Petani

Kategori : Tafakur Jumat, 22 Maret 2019 - Oleh admin01

Memasuki pekan ke empat bulan ini, sejumlah petani di Pidie Jaya mulai memanen padi.

 

PETANI sekali lagi dirugikan. Saat panen raya, untung diharapkan. Ternyata malah rugi besar yang didapatkan. Isu ketahanan pangan sudah digulirkan sejak berpuluh tahun. Namun bagaimana bisa terwujud ketahanan pangan bila petani kian berkurang jumlahnya.

Bagaimana petani bisa bertambah jumlahnya jika tidak terjamin kesejahteraannya? Dan, bagaimana bisa petani sejahtera kalau harga pangan masih saja naik-turunnya kelewatan dan tidak ada pertolongan sebagai bentuk tanggungjawab negara?

Betul, bahwa dalam Islam, negara tidak boleh membatasi harga barang. Namun harus ada upaya lain agar nasib petani tidak disepelekan. Harus ada usaha agar petani bisa dibina dan dididik serta dimodali agar bisa mengolah hasil panennya, dengan industri ringan pengolahan hasil pertanian.

Cabe, bawang putih dan bawang merah bisa dijadikan bubuk kering atau bumbu siap pakai, buah naga bisa jadi industri buah kalengan atau produk makanan sehat berkualitas. Semua bisa dilakukan, asal ada satu kata; peduli. Peduli terhadap nasib petani. Peduli terhadap masa depan pertanian Indonesia.

Kunci lahirnya kepedulian adalah penerapan syariat Islam. Syariat ini yang menjamin terpilihnya pemimpin yang peduli terhadap pertanian. Hanya dengan syariat terwujud kepedulian terhadap rakyat. Hanya dengan Islam, petani bisa dipedulikan dengan sepenuh hati. [◦ˆ⌣ˆ◦]

Oleh : Sy. Ajacut M. Arham, S.P.
Aktivis Muslimah Peduli Ummat Aceh Barat. Email: arham.asy.syarifah@gmail.com

 


Artikel ini telah tayang di sini