===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Kampung Kuyun Lah Sulap Sawah Jadi Objek Wisata

Kategori : Inspiratif Jumat, 05 April 2019 - Oleh datintanbun

Salah satu destinasi wisata yang baru dibangun oleh aparat kampung serta masyarakat Desa Kuyun Lah, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah.


Takengon | Kampung Kuyun Lah, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, merupakan salah satu desa yang berada di barat Kota Takengon. Kampung yang tergolong masih tertinggal ini, memiliki hasil bumi seperti kopi, padi, palawija serta menjadi kawasan penghasil buah durian.

Dari sisi pariwisata, Kampung Kuyun Lah, cenderung kurang dilirik lantaran belum ada objek yang bisa dikunjungi untuk berwisata di daerah itu. Namun karena didorong oleh keterbatasan potensi wisata, sehingga masyarakat mencari cara agar kawasan itu, bisa dikunjungi orang untuk berwisata.

Salah satu cara, warga bersama aparat kampung di daerah itu, mencoba menyulap areal lahan telantar untuk dijadikan objek wisata. Awalnya, banyak pihak yang merasa pesimis karena dirasa tidak mungkin, semak belukar serta sawah dijadikan objek yang bisa dikunjungi oleh orang banyak.

Namun atas kerja keras aparat kampung serta didukung oleh masyarakat di Desa Kuyun Lah, akhirnya lahir satu objek wisata di daerah itu. Objek yang tergolong masuk dalam jajaran agrowisata ini, dibangun diantara petak sawah dengan mengandalkan suguhan hamparan hijau padi serta alam sekelilingnya yang masih asri.

Memang, objek wisata yang diberi nama Bur Nuyem itu, belum rampung 100 persen. Namun, dipastikan akan menjadi alternatif objek wisata di daerah penghasil kopi arabika itu. “Sekarang, baru rampung sekitar 50 persen. Tapi ditargetkan pada bulan Mei 2019 nanti, sudah bisa kita luncurkan,” kata Reje (Kades), Kampung Kuyun Lah, Yaser Arafat.

Menurut Yaser Arafat, dibangunnya objek wisata areal persawahan dengan jembatan bambu bernuansa vintage, terinspirasi dari beberapa objek wisata yang ada di pulau Jawa, serta beberapa daerah lain. “Setelah kita lihat, ternyata Kampung Kuyun Lah, juga memiliki potensi untuk dibuat konsep wisata seperti itu. Makanya kita coba bangun, meskipun dengan dana terbatas,” sebutnya.

Bermodalkan batang bambu, tercipta satu lagi destinasi wisata di Kampung Kuyun Lah. Bambu-bambu tersebut, dirakit menjadi jembatan yang melingkar diantara petak sawah. Sementara itu, upaya aparat Desa Kuyun Lah ini, patut diacungi jempol lantaran berani berinovasi di tengah keterbatasan.

“Kami mencoba mencari donatur karena tidak mungkin hanya mengandalkan dana desa. Apalagi, dana masih fokus digunakan untuk pembangunan infrastruktur karena desa kami bisa dikatakan sebagai kampung tertinggal,” tutur Yaser Arafat.


Ditambahkan Yaser Arafat, untuk memajukan destinasi wisata di Kampung Kuyun Lah, diharapkan dukungan dari masyarakat, serta pemerintah karena masih banyak aspek yang harus dibenahi. “Salah satunya, kondisi badan jalan menuju desa ini, masih belum baik. Kami berharap, bisa segera dibenahi sehingga objek wisata yang kami gagas bisa maju,” pungkasnya. [◦ˆ⌣ˆ◦]


Artikel ini telah tayang di sini