===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Distanbun Aceh Gratiskan Biaya Olah Tanah Tanam Padi IP 300

Kategori : Kegiatan Dinas Rabu, 24 April 2019 - Oleh datintanbun

Plt Gubernur Nova Iriansyah, menyalami ketua kelompok tani setelah menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian pada acara pencanangan penanaman padi cluster IP 300 di Desa Lam Ilie Masjid Kecamatan Indrapuri dan Kutamalaka, Aceh Besar, Selasa (23/4/2019).

 

Banda Aceh | Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, mengratiskan biaya olah tanah, untuk petani padi yang ikut menjadi peserta program percontohan tanam padi cluster IP 300 di 11 Desa di Kecamatan Indrapuri dan Kuta Malaka, Aceh Besar.

Selain mengratiskan biaya olah tanah, petani juga diberikan bantuan sarana dan produksi pertanian, berupa pupuk, pestisida, benih unggul dan tanaman refugia, yaitu tanaman pengendali organisme pengganggu tanaman.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir A Hanan dalam laporannya pada acara Penanaman Perdana Percontohan Cluster Padi IP 300, di Desa Lam Ili Masjid Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Selasa (23/4/2018).

Acara ini dibuka Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Turut hadir staf ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur, Prof Dr Dedi Nyrusyamsi M.Agr, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haitar, Panglima Kodam IM, Mayjen TNI Teguh Arif Indratmoko, Bupati Aceh Besar, Mawaradi Ali, anggota Forkompinda, Asisten II Setda Aceh, Taqwallah, Kepala SKPA dan SKPK Aceh Besar, serta undangan lainnya.

Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan mengatakan, bantuan lain yang diberikan kepada petani yang menjadi peserta penanaman perdana percontohanan tanam padi cluster IP 300 ini, tanaman padinya diasuransikan.


Jadi, kata A Hanan, seandainya dalam perjalanan tiga bulan ke depan, tanaman padi yang ditanam petani hari ini menghadapi masalah kekeringan, sehingga padinya tidak bisa panen, atau fuso, tanaman padinya yang mati dan kekeringan, akan diganti dengan uang senilai Rp 6 juta per hektara.

Program asuransi tanaman padi itu diberikan kepada petani peserta IP 300 ini, lanjut A Hanan, dimaksudkan untuk memproteksi atau melindungi petani padi yang menjadi peserta penanaman padi percontohan ckluster IP 300, dari ancaman kerugian besar akibat musim kemarau panjang yang telah dimulai pada bulan ini.

A Hanan mengatakan, Kecamatan Indrapuri dan Kecamatan Kuta Malaka Aceh Besar dipilih sebagai pailot proyek lokasi pencanangan tanam padi tiga kali setahun atau yang disebut dengan cluster IP 300 ini, karena petaninya sudah sukses menjalankan program tanam dua kali setahun atau yang disebut dengan tanam padi cluster IP 200.

Pelaksanaan tanam padi IP 300 di Kecamatan Indrapuri dan Kuta Malaka Aceh Besar, kata A Hanan, sudah dimulai dari Masa Tanam I, pada tanggal 15 Desember 2018 – 10 April 2019.

Kemudian dilanjutkan dengan masa tanam II bulan ini, yang dimulai pada tanggal 23 April 2019 - 18 Agustus 2019 dan nanti akan dilanjutkan pada masa tanam III dimulai 23 Agustus - 15 Desember 2019.


Adapun tujuan dari program tanam padi Cluster IP 300 adalah :
- Meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman padi dalam setahun tiga kali
- Menerapkan teknologi budi daya, tata kelola air, dan penuh mekenisasi
- Menerapkan manajemen korporasi petani, yang melibatkan petani milenial (anak muda) yang berorientasi kepada peningkatan pendapatan melalui pengolahan tanaman padi.


Untuk tahap awal, sebut A Hanan, program ini dilakukan di hamparan sawah irigasi teknis seluas 500 hektare dari 6.286 hektare lahan sawah di Kecamatan Indrapuri dan Kuta Malaka.

Melibatkan 11 desa dengan target produksi 8 – 10 ton/hektare atau pendapatan senilai Rp 121 juta/hektare, dan omset penjualan padi kering giling dalam setahun mencapai Rp 60 miliar. [◦ˆ⌣ˆ◦]