===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Hasil panen padi varietas M400 rugikan petani Abdya

Kategori : Daerah Kamis, 02 Mei 2019 - Oleh admin01

Sejumlah petani mengangkut gabah usai dipanen dengan mesin combine di lahan sawah Desa Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya, Selasa (30/4/2019)

 

Blangpidie (30/4) | Sejumlah petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengaku rugi menanam padi varietas M400 pada musim tanam rendengan ini, karena hasil panennya rata-rata hanya sekitar 4,5 ton/hektare.

“Musim gadu nanti saya tidak mau lagi tanam padi varietas M400 ini. Hampir setengah hasil produksinya berkurang,” kata Ketua kelompok tani Pusu Cut, Desa Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan, Arjuna, Selasa.

Arjuna mengaku pada musim tanam rendengan 2018-2019 ini dirinya menanam padi jenis varietas M400 di lahan sawah miliknya seluas satu naleh ( 3.333 meter persegi).

Tanaman padi di lahan sawah Desa Ie Lhob tersebut dua hari lalu telah dipanenkan dan mendapat hasil hanya 15 karung besar isi 100 kilogram atau setara 4,5 ton/hektare.

Hasil tersebut, lanjut dia, sangat berkurang bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mencapai 25 karung besar atau setara 7,5 ton/hektare.

“Dulu saya tanam padi varietas Shogun, hasilnya mencapai 25 karung isi 100 kg. Tidak seperti varietas M400 ini setengah hasil produksinya berkurang,” tuturnya

Ia berkata, berkurangnya hasil produksi padi pada musim tanam rendengan yang sedang berlangsung ini karena kesalahan menggunakan benih pada saat penanaman.

“Benih varietas M400 itu sepertinya kurang cocok untuk lahan sawah kita. Memang malainya panjang, tapi anakannya kurang, makanya hasil produksi ikut berkurang,” tuturnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Kamaruddin MS, Ketua kelompok tani Sabe-Sabena di desa yang sama.

Ia mengaku cukup banyak petani di desanya yang menanam padi varietas M400 mengeluh, karena hasil panen diperoleh tidak maksimal seperti varietas lainnya.

Hasil panen varietas lain seperti Mira sangat memuaskan petani. Selain banyak bulir, tanaman padi jenis varietas itu juga memiliki 60 anakan yang muncul dari batang utama.

Sedangkan anakan varietas M400 rata-rata hanya 10 sampai 18 anakan yang keluar dari batang utama. Selain itu, bulir padi yang keluar juga minim meskipun malainya panjang.

“Saya tahun ini tanam padi jenis Mira luasnya setengah hektare mendapat hasil 4 ton. Sedangkan petani lain yang tanam varietas M400 hasilnya tidak memuaskan,” ujarnya.

Menurut informasi diperoleh, benih padi jenis varietas M400 yang ditanam oleh petani tersebut merupakan bantuan dari pemerintah daerah sumber APBN 2018.

“Musim gadu nanti saya tidak mau lagi tanam padi varietas M400 ini. Hampir setengah hasil produksinya berkurang,” kata Ketua kelompok tani Pusu Cut, Desa Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan, Arjuna, Selasa.

Arjuna mengaku pada musim tanam rendengan 2018-2019 ini dirinya menanam padi jenis varietas M400 di lahan sawah miliknya seluas satu naleh ( 3.333 meter persegi).

Tanaman padi di lahan sawah Desa Ie Lhob tersebut dua hari lalu telah dipanenkan dan mendapat hasil hanya 15 karung besar isi 100 kilogram atau setara 4,5 ton/hektare.

Hasil tersebut, lanjut dia, sangat berkurang bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mencapai 25 karung besar atau setara 7,5 ton/hektare.

“Dulu saya tanam padi varietas Shogun, hasilnya mencapai 25 karung isi 100 kg. Tidak seperti varietas M400 ini setengah hasil produksinya berkurang,” tuturnya

Ia berkata, berkurangnya hasil produksi padi pada musim tanam rendengan yang sedang berlangsung ini karena kesalahan menggunakan benih pada saat penanaman.

“Benih varietas M400 itu sepertinya kurang cocok untuk lahan sawah kita. Memang malainya panjang, tapi anakannya kurang, makanya hasil produksi ikut berkurang,” tuturnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Kamaruddin MS, Ketua kelompok tani Sabe-Sabena di desa yang sama.

Ia mengaku cukup banyak petani di desanya yang menanam padi varietas M400 mengeluh, karena hasil panen diperoleh tidak maksimal seperti varietas lainnya.

Hasil panen varietas lain seperti Mira sangat memuaskan petani. Selain banyak bulir, tanaman padi jenis varietas itu juga memiliki 60 anakan yang muncul dari batang utama.

Sedangkan anakan varietas M400 rata-rata hanya 10 sampai 18 anakan yang keluar dari batang utama. Selain itu, bulir padi yang keluar juga minim meskipun malainya panjang.

“Saya tahun ini tanam padi jenis Mira luasnya setengah hektare mendapat hasil 4 ton. Sedangkan petani lain yang tanam varietas M400 hasilnya tidak memuaskan,” ujarnya. 

Menurut informasi diperoleh, benih padi jenis varietas M400 yang ditanam oleh petani tersebut merupakan bantuan dari pemerintah daerah sumber APBN 2018. [◦ˆ⌣ˆ◦]


Artikel ini telah tayang di sini