===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Gula Sawit Aceh Diminati Nasional

Kategori : Kegiatan Dinas Jumat, 31 Mei 2019 - Oleh admin01

Kabid. Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Distanbun Aceh, Azanuddin Kurnia (kanan), menyerahkan gula sawit yang diproduksi petani Aceh Tamiang kepada Sekretaris Dirjenbun, Antarjo Dikin, disaksikan sejumlah pejabat pusat di The Margo Hotel Depok, Jawa Barat, Selasa (28/5).

 

Banda Aceh | Pertemuan Nasional tentang Penyusunan Perencanaan Program Sawit Rakyat dilaksanakan di The Margo Hotel Depok tanggal 28 – 29 Mei 2019. Kegiatan tersebut dibuka oleh Dudi Gunadi Direktur Perlindungan Perkebunan mewakili Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Kamis 30/05/2019.

Dalam arahannya Pak Direktur menyatakan bahwa pertemuan ini diharapkan dapat memetakan dan mendapat informasi tentang berbagai permasalahan yang didapat di lapangan dalam pelaksanaan PSR ini. Sehingga nantinya kita bisa mengambil langkah – langkah strategis, cepat, tepat, dan terukur agar dapat di implementasikan di lapangan.


Selain itu, dengan keluarnya Permentan No. 7 Tahun 2019 sebagai regulasi baru tentang PSR, diharuskan adanya aturan turunan dalam bentuk Peraturan Direktur Jenderal Perkebunan baik tentang peremajaan, Pengembangan SDM, sarana prasarana, Penelitian dan Pengembangan serta lainnya. Untuk itu kita berharap berbagai masukan dalam pertemuan ini bisa mempercepat proses tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, selain Direktur Perlindungan, juga ada Sekretaris Direktur Jenderal Perkebunan, Direktur Perbenihan, juga ada narasumber dari daerah seperti Azanuddin Kurnia dari Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan mewakili Kadistanbun A. Hanan, SP, MM dan Elman dari Dinas Perkebunan Sumatera Selatan.

Azanuddin Kurnia SP. MP sekaligus menjadi narasumber, dalam pemaparanan nya menjelaskan tentang berbagai proses dan evaluasi PSR 2018 berikut tentang keberhasilan dan hambatan yang didapat. Juga tentang kondisi terakhir untuk kegiatan 2019.

Pemaparan Azan yang juga didampingi oleh Said Mahjali Kadisbunnak Aceh Barat cukup membuat terkejut dan kagum sebagian peserta karena ada banyak peluang inovasi kegiatan yang terintegrasi dengan kegiatan PSR di Aceh. Dimulai dari pelatihan pembuatan gula sawit, rintisan ISPO, penataan perizinan perkebunan, identifikasi dan verifikasi STDP dan STDP, tumpang sari dengan Pajale, sertifikasi lahan kerjasama dengan BPN, pembuatan gula sawit dan ada beberapa kegiatan lainnya.

Cukup menarik ketika pemaparan dan pembahasan gula sawit. Azan yang juga Ketua IKA SEP Unsyiah menjelaskan tentang bagaimana proses pembuatan gula sawit. Inti dari kegiatan ini adalah bagaimana mengolah limbah menjadi rupiah. Kita berharap ada nilai tambah yang didapatkan petani dari proses ini karena petani akan terlalu lama untuk menunggu panen perdana sawitnya sampai 4 tahun. Ini akan menjadi daya tarik sendiri didalam kegiatan PSR ini.

Satu hektar petani gula sawit bisa menghasilkan 60 – 200 jt/2 bulan dengan asumsi harga mulai Rp. 10.000,-/kg s.d. Rp. 20.000,’/Kg dan nira yg didapat per batang mulai 5 liter s.d. 15 liter per hari. Intinya dalam satu batang sawit, bisa menghasilkan sampai In Syaa Allah 60 kg gula sawit, tinggal kita kalikan per hektar dan per dua bulan, demikian penjelasan Azan dengan lugas nya.

Di sela-sela pertemuan tersebut, Azan juga menyerahkan gula sawit buatan petani dari Aceh Tamiang sebagai oleh-oleh kepada Sekdirjenbun Bapak Antardjo, Direktur Perlindungan Dudi Gunadi, Direktur Perbenihan Soleh, dan Ketua Tim Sekretariat PSR Pusat Edi dengan disaksikan peserta yang lain.

Bahkan Sekdirjenbun Antardjo dan Ketua Tim Sekretariat PSR Pusat Edi menyatakan bahwa akan membuat workshop gula sawit di Banda Aceh tahun ini dengan mengikutsertakan dari provinsi lain. Hal tersebut juga di usulkan oleh Elman dari Sumsel yang juga salah satu narasumber.

Ini merupakan peluang bagi Aceh dalam terus mengembangkan inovasi baru khususnya gula sawit. Kita In Syaa Allah siap melaksanakan workshop tersebut tentunya dengan dukungan Dirjenbun, Tim PSR Pusat, dan BPDPKS, demikian ungkap Azan yang juga pernah sebagai Sekretaris Umum KNPI Aceh Tenggara di ujung telpon dengan media ini. [◦ˆ⌣ˆ◦]

 

Artikel ini telah tayang di sini