===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Stok Menipis, Harga Gabah di Abdya Meningkat

Kategori : Daerah Selasa, 25 Juni 2019 - Oleh datintanbun

Operator mesin potong padi (combine harvester) sedang memanen areal tanaman padi MT Gadu 2019 milik petani di Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya, Rabu (8/5/2019). Selama beberapa tahun terakhir petani Abdya lebih tertarik menggunakan mesin menangani panen.

 

Blangpidie - Tanaman padi Musim Tanam (Gadu) 2019 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), memasuki panen sejak awal Mei lalu.

Dari sembilan kecamatan, sampai akhir Mei atau menjelang Idul Fitri 1440 H, kegiatan panen raya berlangsung di enam kecamatan. Yaitu Blangpidie, Susoh, Jeumpa, Babahrot, Setia, dan Tangan-Tangan.

Seperti biasa, ketika memasuki panen raya, stok gabah di tingkat petani tersedia dalam jumlah banyak, terlebih lagi produksi padi tahun ini juga bagus.

Ketika stok gabah di tingkat petani melimpah, harga pun turun. Tidak terkecuali pada panen kali ini

Meski murah petani tetap harus menjual sebagian besar gabah yang baru dipanen, untuk memenuhi beragam kebutuhan Idul Fitri 1440 H lalu.

Usai Idul Fitri, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Kabupaten Abdya pun mulai naik. Sayangnya, stok gabah di tingkat petani MT Gadu 2019, mulai menipis karena sebagian besar telah dijual sebelum Hari Raya lalu.

Harga gabah yang ditampung pedagang pengepul di tingkat petani berkisar antara Rp 4.700 sampai Rp 4.800 per Kg GKP, atau meningkat Rp sekitar 300 sampai Rp 400 per Kg.

“Dua hari lalu, saya jual gabah seharga Rp 4.700 per Kg. Kalau mutu gabah lebih bagus, bisa diterima Rp 4.800 per Kg,” kata Suriadi, petani Desa Asoe Nanggroe, Kecamatan Jeumpa.

Harga gabah diperkirakan terus meningkat, paling tidak mencapai Rp 5.000 per Kg.

Penyebabnya, selain stok mulai menipis, hasil panen di beberapa daerah di Aceh kurang memuaskan. Seperti di Kabupaten Nagan Raya.

Sementara permintaan gabah baik di Aceh maupun pasar luar daerah, terutama di Sumut, cendeung meningkat.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (DPC Perpadi) Kabupaten Abdya, H Darwis mengakui harga gabah mulai bergerak naik.

“Sekarang ini, harga gabah kering panen dari petani bisa ditampung Rp 4.700 sampai Rp 4.800 per kg, dari sebelumnya rata-rata Rp 4.400 per kg,” katanya.

Malah menurut Darwis, harga gabah kering giling (GKG) kualitas baik bisa ditampung Rp 5.000 per kg. [◦ˆ⌣ˆ◦]

 

Artikel ini telah tayang di sini