===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Biosoy, Kedelai Unggul Biji Besar Balitbangtan Digemari Petani

Kategori : Nasional Minggu, 04 Agustus 2019 - Oleh Ibrahim

Foto: Taman Teknologi Pertanian, Kulon Progo.

Pilar Pertanian | Sejak dilepas pada tahun 2018 lalu, kehadiran varietas unggul baru (VUB) kedelai non-PRG atau non-GMO Biosoy 1 dan 2 rakitan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mendapat respon positif dari para petani di sejumlah daerah.

Salah satu daerah yang mengembangkan kedelai unggul ini adalah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Bukan hanya petani, pemerintah daerahnya pun siap mengembangkan kedelai biosoy.

"Biosoy memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan karena berbagai kelebihannya," ujar Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Edhie Sudaryanto pada beberapa waktu lalu.

Menurut Edy, selama ini daerahnya memang lebih banyak menggunakan kedelai varietas lokal grobogan, namun pihaknya tidak menutup mata dengan teknologi yang terus berkembang, salah satunya kedelai biosoy yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan.

Hal senada disampaikan penangkar benih kedelai Ali Mukhtar. Ali menyebutkan ketertarikannya terhadap kedelai Biosoy bermula saat ia mengetahui ukuran biji biosoy yang lebih besar dibanding biji varietas lain seperti kedelai Grobogan. Selain itu biosoy juga memiliki jumlah cabang dan polong yang lebih banyak serta karakter batang yang lebih kuat sehingga tidak mudah rubuh.

"Selama ini jumlah polong grobogan rata-rata 40 sampai 50 polong per rumpun. Tapi biosoy ini, di umur dua bulan bisa mencapai 70 sampai 80 polong per rumpun," ujar Ali.

Selain di Grobogan, kedelai biosoy juga dikembangkan di Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Barat. Di Facebook BPTP Yogyakarta, varietas Biosoy pada MT I 2019 dapat menghasilkan 3,5 t/ha, sedangkan di Kalteng 3,2 ton /ha.

Biosoy sendiri terdiri dari dua jenis yakni biosoy 1 dan biosoy 2. Biosoy 1 potensi hasilnya 3,3 sementara Biosoy 2 3,55 t/ha. Kedua varietas ini memiliki stabilitas hasil yang luas di berbagai lokasi pengujian. Varietas Biosoy 1 dan Biosoy 2 memiliki ukuran batang yang besar dan kokoh yang dicirikan oleh diameter batang yang lebar.

Secara morfologis Biosoy 1 memiliki warna bunga dan warna hipokotil yang berbeda. Biosoy 1 warna bunganya putih dan warna hipokotilnya hijau, sedangkan Biosoy 2 warna bunga dan warna hipokotilnya ungu.  [◦ˆ⌣ˆ◦]

Artikel ini telah tayang di sini