=>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DISTANBUN ACEH, MOHON MAAF WEBSITE DALAM PERALIHAN KE VERSI 4 <<<=

Wabup Aceh Besar Buka Musyawarah 'Tron u Blang'

Kategori : Daerah Kamis, 22 Agustus 2019 - Oleh Ibrahim

Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk H Husaini A Wahab membuka Musyawarah Turun ke Sawah Musim Tanam Rendeng tingkat Kabupaten Aceh Besar di Gedung PKK Kota Jantho, Rabu (21/8/2019). 

KOTA JANTHO | Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk H Husaini A Wahab membuka Musyawarah Turun ke Sawah (Tron u Blang) Musim Tanam Rendeng tingkat Kabupaten Aceh Besar di Gedung PKK Kota Jantho, Rabu (21/8). Menandai dimulainya kegiatan tersebut, Wabup menyerahkan pataka kepada unsur  KTNA (Kontak Tani Nelayan) Kabupaten Aceh Besar.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala OPD, unsur Kodim 0101/BS, Plh Sekdakab Aceh Besar Abdullah SSos, para camat, pengurus KTNA, kelompok tani, kepala BPP, penyuluh pertanian, mantri tani, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Wabup Aceh Besar yang akrab disapa Waled itu menilai, musyawarah turun ke sawah dirasa sangat penting bagi masyarakat yang membutuhkan arahan dan bimbingan dalam rangka meningkatkan produktivitas di sektor pertanian.

Waled Husaini menambahkan, pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia untuk kelanjutan hidupnya. Oleh karena itu, terpenuhi pangan menjadi hak asasi bagi semua orang.

Husaini mengajak semua pihak terkait untuk mempersiapkan langkah dan gerak untuk menyatukan visi dan misi, serta mencurahkan segenap pikiran dalam membahas rencana kegiatan turun ke sawah, sehingga dapat menghasilkan suatu rumusan sebagai pedoman pelaksanaan program pertanian musim tanam rendengan tahun 2019 di Kabupaten Aceh Besar.

Banyak hal yang dapat diupayakan melalui gerakan-gerakan terpadu di sektor pertanian, seperti kawasan agropolitan, pengembangan usaha agribisnis pertanian, peternakan, perkebunan, hortikultura, perluasan area pertanian Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dengan menggunakan manajemen dan administrasi yang baik, teratur, serta sehat.

Kadis Pertanian Aceh Besar, Dr Ir Azhar MSc menjelaskan, pertemuan tersebut sangat bermakna dalam rangka menyatukan kesepakatan untuk menyusun jadwal turun ke sawah dan hal-hal lain yang diperlukan.

Pada tahun 2019, tambahnya, Aceh Besar telah ditetapkan dalam sasaran indikatif padi dengan luas tanam seluas 50.000 hektare. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan ketersediaan/produksi pangan, terutama dengan meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi tepat guna dan pendayagunaan sarana produksi unggulan.  [◦ˆ⌣ˆ◦]

Artikel ini telah tayang di sini