===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Gebrakan Perdana Camat Samadua, Sawah Telantar di Panton Luas Dimanfaatkan Kembali

Kategori : Daerah Jumat, 06 September 2019 - Oleh admin01

Camat Samadua, Suhaimi Salihin S.Ag turun langsung mengajak pemilik sawah di Kemukiman Panton Luas untuk menggarap kembali sawah yang sudah 4 tahun ditelantarkan pemiliknya, Kamis (29/8/2019)


Tapaktuan - Sudah 4 tahun lahan persawahan di Kemukiman Panton Luas, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan dibiarkan terlantar oleh pemiliknya.

Kondisi itu mendorong Camat Samadua, Suhaimi Salihin S.Ag turun langsung mengajak pemiliknya untuk menggarap kembali lahan persawahan tersebut.

Gebrakan perdana Suhami Salihin pasca dilantik dan diambil sumpah sebagai Camat setempat oleh Wakil Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran di Gudung Rumoh Agam, Tapaktuan pada Kamis (8/8/2019) lalu ini pun disambut baik oleh pemilik Sawah.

Alhasil, mulai bulan ini, hamparan sawah seluas 40 hektare tersebut akan dimanfaatkan kembali oleh petani setempat.

Ketua Kelompok Tani Gampong Gunung Ketek, M Majid, Kamis (29/8/2019) mengatakan, lebih kurang 4 tahun para petani setempat tidak memanfaatkan lahan persawahan mereka.

"Kita melihat para petani tidak mau bercocok padi lagi dan kita pun tidak tahu juga apa menjadi alasan para petani tidak mau bertanam lagi. Kalau kendala tidak ada bibit di kasih, airpun memadai, cuma apa alasannya kita tidak tau," katanya.

Sementara, Mungkim Panton Luas, Haitami mengaku selama ini pihaknya selalu mengumumkan kepada para petani untuk melaksanakan penanaman serentak.

Namun sayangnya para petani setempat tidak respon.

"Kita sangat mengapresiasi langkah-langkah camat ini. Kita berharap dengan kehadiran camat baru ini mudah - mudahan program Pemkab Aceh Selatan bisa terlealisasi dan para petani mau kembali bercocok tanam," ucapnya.

Haitami menilai, gebrakan Camat Suhaimi yang langsung turun kelapangan ini bisa membangkitkan kembali gairah petani setempat untuk bercocok tanam di lahan yang sudah empat tahun ditelantarkan pemiliknya itu.

"Semoga apa yang kita rencanakan akan cepat terlaksanakan, sehingga lahan yang sudah lama terlantar dapat di manfaatkan kembali," harapnya.

Salah seorang petani setempat, Hildar Idris mengaku tidak lagi menanam padi di lahan sawah miliknya dikarenakan faktor ekonomi.

Dimana waktu dan biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan. Sebab itu Ia selaku petani beralih ke gunung untuk mencari nafkah sehari-hari.

"Kalau kami fokus kesawah untuk kebutuhan sehari-hari dari mana kami dapat. Maka itu kami beralih ke gunung," katanya.

Ia menjelaskan beda dengan dulu semasih masih jayanya Pala cukup sehari mereka ke gunung bisa bertahan untuk kebutuhan beberapa Minggu.

Sehingga waktu itu mereka bisa meluangkan waktu untuk menanam padi.

"Kalau sekarang Pala sudah banyak mati, maka itu kami lebih fokus ke gunung. Untuk bibit ada di kasih, memang petani kurang sadar tapi mengingat ekonomi tadi. Bagai mana kita ke sawah untuk kebutuhan saja susah. Karenanya kami sangat berharap dukungan dan bantuan pemerintah," pungkasnya. [◦ˆ⌣ˆ◦]

 

Artikel ini telah tayang di sini