===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Indonesia Kembali Ekspor Kacang Hijau ke China dan Filipina

Kategori : Kementerian Senin, 16 September 2019 - Oleh datintanbun

 

Jakarta  Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ( Kementan) Suwandi melepas ekspor kacang hijau ke China dan Filipina sebanyak 35 kontainer di Kalianak, Surabaya, Jumat (6/9/2019),

Suwandi memberikan apresiasi kepada para ekportir, termasuk kepada PT Aman Buana Putera atas dukungannya terhadap produk lokal pertanian Indonesia.

Ia menilai kegiatan niaga, termasuk eksportir, mampu mendorong roda perekonomian Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk terus menggenjot ekspor pangan guna meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan petani.

"Contohnya kacang hijau ini. Perputaran uangnya triliunan per tahun, hanya dari Jawa Timur. Secara nasional, melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kacang hijau Januari sampai Juni 2019 sebesar 3.489 ton," beber Suwandi dalam rilis tertulis, Jumat (7/9/2019).

Angka tersebut, lanjutnya, terdiri dari bentuk segar 3.378 ton dan olahan 111 ton, naik 53 persen dibanding periode yang sama pada 2018 yang hanya mencapai 1.625 ton.

Adapun ekspor kacang hijau 2017 sebesar 29.059 ton (segar 28.570 ton dan olahan 490 ton).

Selanjutnya pada 2018 menjadi 32.957 ton (segar 32.392 ton dan olahan 565,18 ton), naik 12 persen dari 2017.

Suwandi menjelaskan kacang hijau sebagai produk tanaman pangan ini sebagian diperuntukkan untuk konsumsi dalam negeri dan diolah menjadi berbagai variasi penganan, termasuk dari taoge.

Lalu, sebagian lagi diperuntukkan untuk ekspor. Umumnya kacang hijau Indonesia dikirim ke Taiwan, Filipina, India, Mesir, dan Yaman.

"Saya menantang PT Aman selaku eksportir untuk bisa memperluas jangkauan ekspornya ke negara-negara tersebut," ucapnya.

Perlu diketahui, hingga saat ini tercatat ada total 17 eksportir kacang hijau dari Indonesia, termasuk PT Aman Buana Putera.

Tahun lalu, jelas Suwandi, para ekportir ini mampu mengirim kacang hijau sebanyak 33 ribu ton ke berbagai negara tujuan.

"Total ekspor tahun 2018 tersebut naik 12 persen dari tahun sebelumnya. Karena itu, kami berharap ekspor 2019 ini juga akan terus meningkat," ungkap Suwandi.

Petani Jawa Timur
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistio menyambut gembira adanya pelepasan ekspor ini. Pasalnya, karena sebagian produk dihasilkan sendiri oleh petani-petani dari Jawa Timur.

"Kami mencatat ada beberapa kabupaten di provinsi ini yang menjadi penghasil utama kacang hijau, seperti Bojonegoro, Sampang, Sumenep, dan Gresik," ujar Hadi.

Untuk kegiatan ekspor ini, pihaknya pun berharap para petani bisa mendapat harga yang layak dari pembeli atau para eksportir.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Karantina Jawa Timur M. Musyaffak Fauzi menyatakan dukungan yang sama, yakni memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas kemudahan ijin ekspor.

Oleh karena itu, ia berharap agar para eksportir bisa terus memasok produk-produk berkualitas sesuai standar negara-negara tujuan.

"Khusus untuk PT Aman, ada catatan positif tersendiri. Sementara banyak importir lain yang menunjukkan penurunan tren ekspor, PT Aman justru terus menunjukkan tren meningkat. Jadi kami berharap agar tren positif ini bisa terus dipertahankan," tuturnya.

Berbagai daerah
Direktur PT Aman Buana Putera, Aman Buana Putera menjelaskan kacang hijaunya diperoleh langsung dari para petani di Jawa Tengah serta Jawa Timur, seperti Lamongan dan Demak.

"Ke depan kami menargetkan untuk 2019 ini antara 5.000 sampai 7.000 ton kacang hijau Indonesia akan diekpor ke berbagai negara tujuan," jelas pria kelahiran 1992 ini.

Perlu diketahui, luas panen nasional kacang hijau 2018 sebesar 247.850 hektar (ha) dengan provitas 1,2 ton per ha. Dengan demikian, produksi nasionalnya mencapai 304.850 ton.

Sementara itu harga kacang hijau di tingkat petani Rp 11.730 per kilogram (kg) hingga Rp 14.850, contohnya di Kabupaten Tuban.

Namun, dari catatan Petugas Informasi Pasar Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, harga rata-rata Agustus 2019 adalah Rp 18.500 per kg. Kemudian, harga ekspor sekitar Rp 14.000 – Rp 15.000 per kg (tergantung kadar dan keseragaman ukuran dan warna).

Asal tahu saja, luas panen kacang hijau di Jawa Timur sebesar 66.498 ha. Varietas yang dominan di sana adalah Murai, Perkutut, Sameong, Kutilang, Vima-1, Vima-2, dan Vima-3.

Adapun niaya total sebesar Rp 7 juta per ha dan biaya impas atau break event point-nya sebanyak Rp 5.790 per kg.  [◦ˆ⌣ˆ◦]

 

Artikel ini telah tayang di sini