===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Setiap Jumat Distan Pidie Jaya Gelar Safari ke Masyarakat Petani, Ini Tujuannya

Kategori : Daerah Minggu, 06 Oktober 2019 - Oleh admin01

Petani di Pijay mengangkut benih padi.

Meureudu | Sejak sebulan terakhir setiap Jumat, Kadis Pertanian Pangan Pidie Jaya bersama staf (Kabid dan Kasie) turun ke lapangan.

Untuk gelombang pertama, kegiatan tersebut akan berakhir menjelang tanam.


Kunjungan lapangan berlabel Safari Jumat secara bergilir, kata drh Muzakkir Muhammad MP dimaksudkan untuk memantau kondisi persawahan sekaligus bertemu tokoh tani dan kejruen blang setempat.

Kunjungan perdana dilakukan di Kemukiman Beuracan Kecamatan Meureudu, Jumat (4/10).

Selain Kabid yang membidangi dan kasie juga disertai beberapa stafnya. Pertemuan hanya berlangsung sekitar dua jam (pukul 09.00-11.00 WIB).
Cara yang di tempuh, lanjut Muzakkir, adalah dengan mengumpulkan semua Keuchik, Kejruen blang, Ketua Kelompok Tani serta beberapa warga dalam Kemukiman dimaksud.

Inti yang disampaikan terkait dengan kegiatan bertani didasari hasil musyawarah tingkat kecamatan menyangkut jadwal turun ke sawah musim tanam rendengan (MTR) 2019/20209.

Jika kondisi lapangan belum sesuai dengan tahapan kegiatan, Distan ingin mengetahui kendala yang dihadapi.

Silaturrahmi seperti itu, dinilai jauh lebih baik dan efektif. Karena saling berbagi informasi.

Contohnya, kalau lahan itu belum digarap, apa penyebabnya, ketiadaan traktor atau airnya belum terairi karena saluran sedang dikerjakan atau lain sebagainya.

Begitu pula, petani yang sudah menggarap lahan, tapi benihnya belum disemai karena alasan sama-sama menunggu. Atau memang menunggu benih bantuan yang dijanjikan pemerintah tapi belum tiba.

Khusus Kemukiman Beuracan yang bertetangga dengan Kemukiman Beuriweuh, lanjut Kadistan, hingga sejauh ini belum ada persoalan yang mengganjal.

Traktor dan benih tersedia. Begitu juga persoalan air sama sekali cukup karena memang wilayah tersebut memiliki bendungan Irigasi di Krueng Beuracan.

Petani di sana kini mulai menggarap lahan. Kawasan lainnya di Meureudu akan dikunjungi Jumat pekan depan. Hal sama juga akan dilakukan di sejumlah kecamatan lainnya khusus kemukiman yang dinilai sering lamban atau melor dalam bertani.

Dari delapan kecamatan di Pijay, kecuali dua kecamatan (Meurahdua dan Ulim) yang sebagiannya sering terlambat dalam bertani. Malah saat ini di beberapa kawasan tanaman padi di sana rata-rata baru mengeluarkan malai (roh).

Sedangkan enam kecamatan lainnya selesai panen. Tercatat, Bandarbaru, Panteraja dan Trienggadeng adalah kecamatan yang sering sesuai jadwal sebagaimana yang telah diatur.

Bupati Pijay, H Aiyub Abbas, Jumat (9/10) kemarin menyebutkan, pihaknya sudah mendapat laporan langsung dari Kadis tentang kegiatan yang dilakukan itu.

“Pak Zakir (Kadistan), langsung melapor ke saya tentang safari dimaksud,” imbuh Aiyub. [◦ˆ⌣ˆ◦]


Artikel ini telah tayang di sini