===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Petani Abdya Kewalahan Hadapi Hama Tikus dan Burung Pipit

Kategori : Bencana Minggu, 06 Oktober 2019 - Oleh admin01

Petani sedang menghalau burung pipit yang menyerang tanaman padi sedang keluar malai di areal sawah Desa Blang Dalam, Susoh, Abdya, Sabtu (5/10/2019).

Blangpidie – Petani anggota empat kelompok Desa Blang Dalam, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), semakin kewalahan menghadapi hama tikus dan burung pipit yang menyerang tanaman padi milik mereka.

Tanaman padi Musim Tanam (MT) Gadu 2019 seluas 100 hektare (ha) tersebut menjadi sasaran serangan hama diduga karena ditanam lebih cepat dibanding areal lainnya, baik di Kecamatan Susoh maupun di Kecamatan Blangpidie.


Areal tanaman padi yang menjadi sasaran serangan hama tersebut milik ratusan anggota Kelompok Tani (KT) Sabee Pakat, Suka Maju, Sehati dan Tani Makmur, menjadi lokasi tanam perdana MT Gadu 2019 tingkat Kabupaten Abdya.

Tanam perdana yang dipusatkan di Desa Blang Dalam, Susoh, dilaksanakan tanggal 14 Juli 2019 lalu, dilakukan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, Wakil Bupati, Muslizar MT, Kadis Pertanian dan Perkebunan, A Hanan Manan dan sejumlah pejabat lainnya.

Saat ini, tanaman padi hasil tanam perdana tersebut sudah berumur hampir 3 bulan.

Keterangan diperoleh dari petani setempat, Sabtu (5/10/2019) dari 100 ha areal tanaman padi, sekitar 50 persen sudah keluar malai, sebagian lainnya dalam kondisi bunting.

Seperti diketahui bahwa malai padi sangat disukai burung pipit untuk menghisap susu gabah.

“Saat tanam perdana, pertengahan Juli lalu, areal sawah lain sekitar ini belum selesai olah tanah. Saat ini, padi sudah bunting dan keluar malai, sementara tanaman padi lain baru berumur antara 20 sampai 25 hari,” kata Ketua Kelompok Tani Sehati, Mukhsin Sabtu (5/10/2019).

Tanaman padi menjadi sasaran serangan hama tikus dan burung pipit karena tanam perdana dilakukan lebih cepat atau tidak serentak. Petani pun harus kerja keras dari pagi sampai sore menghalau burung pipit dalam jumlah besar. Mukhsin mengaku dua petak sawah miliknya yang keluar malai sudah tinggal ranting setelah digasak burung pipit.

Salah seorang petani lainnya ‘menyerah’ karena tidak mampu lagi menghalau burung pipit, kemudian tanaman padi yang sedang keluar malai itu ditinggalkan begitu saja.

Selain hama burung, tanaman padi yang belum bunting juga diserang hama tikus menyerang tanaman padi yang sebagian besar sedang bunting.

Tanaman padi milik salah seorang janda, misalnya, hanya tersisa di sekeliling pematang sawah, sedangkan tanaman padi di bagian tengah dalam petak sawah berubah menjadi kuning setelah diserang hama tikus. Demikina juga tanaman padi milik Azmi, sebagian sudah mati digasak tikus.

Karenanya para petani Desa Blang Dalam mengaku sengat kecewa lantaran jadwal tanam MT Gadu 2019 ternyata tidak serentak. Sehingga padi yang lebih cepat ditanam menjadi sasaran serangan hama.

“Kalau bengini, ke depan, kami tak mau lagi menjadi lokasi tanam perdana tanam serentak yang ternyata tak serentak,” kata salah seorang petani.

Salur Racun Tikus
Sementara Koordinator Pengamat Hama Penyakit (PHP) pada Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Ewinda Gusma SP menjelaskan, pihaknya hampir setiap hari turun melihat perkembangan tanaman padi di Desa Blang Dalam Susoh yang dilaporkan diserang hama.

Upaya mengatasi serangan hama tikus, beberapa hari lalu PHP Abdya, menyalurkan bantuan racun tikus jenis Petrokom sebanyak 10 kg melalui ketua kelompok tani. “Saya sudah minta persetujuan Laboraturium Puloe Ie, Nagan Raya, bahwa hari ini (Sabtu) kembali kita salurkan 20 kg racun tikus,” katanya.

Racun tikus yang bentuknya seperti sabun itu akan diletakkan di sejumlah titik dalam areal tanaman padi.

Sedangkan mengatasi hama burung pipit, menurut Ewinda Gusma, sudah diupaya maksimal oleh petani anggota kelompok setempat. Petani menjaga tanaman padi yang keluar malai sejak pagi sampai menjelang malam.

Sebagian petani lainnya mengusir burung pipit dengan memasang tali warna perak di atas permukaan areal tanaman padi dan ada juga petani mengusir burung pipit dengan menggunakan ketapel. [◦ˆ⌣ˆ◦]


Artikel ini telah tayang di sini