===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Kementan Terus Kembangkan Pertanian Berbasis Mekanisasi

Kategori : Kementerian Kamis, 17 Oktober 2019 - Oleh admin01

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy (atas tengah) meresmikan Warehouse UPJA Tani Karya Mandiri, di Desa Karangtinoto Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

 

Jakarta | Kementerian Pertanian ( Kementan) akan mendukung penuh pengembangan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi (PKBM).

Tujuannya, untuk mengoptimalkan pemanfaatan alat mesin pertanian (Alsintan) melalui usaha pelayanan jasa Alsintan (UPJA), menurunkan biaya produksi usahatani, dan meningkatkan produksi dan pendapatan petani serta meningkatkan minat kaum milenial dalan berusaha tani.

Dengan begitu, akan ada kemandirian pemanfaatan Alsintan dan manajemen UPJA dengan bisnis modern.

Kementan juga sudah mengadakan kegiatan percontohan di lima lokasi yang ditetapkan berdasarkan SK Dirjen PSP No 07.1/2019. Salah satu lokasi tersebut berada di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Mengenai hal itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy meresmikan Warehouse UPJA Tani Karya Mandiri di Desa Karangtinoto.

Sarwo Edhy mengatakan Warehouse UPJA Tani Karya Mandiri luar biasa.

"Karena disini ada swadaya masyarakat tani, jadi ini kami bantu dengan dana sebesar Rp 560 juta dan dari swadaya tani sebesar Rp 120 juta," ujar Sarwo Edhy, melalui rilis tertulis, Minggu (15/9/2019).

Percontohan

Sarwo Edhy berharap nanti percontohan ini bisa digunakan untuk desa-desa dan kecamatan lain di Kabupaten Tuban.

"Di sini ada ruang pertemuan dan tempat pelatihan, karena Presiden tahun ini menfokuskan untuk pembangunan SDM. Kemudian di warehouse ini ada tempat gabah, di sebelahnya dibangun dryer untuk pengering, nanti sebelahnya lagi kami bangun Rice Miling unit," sebutnya.

Diharapkan kelompok tani di sini bisa mempunyai brand beras sendiri dan dengan merek sendiri, dari hulu sampai hilir didapat.

Mulai dari penanaman, pengolah, kemudian panen mendapat gabah langsung digiling menjadi beras.

"Di sini sudah terpadu, sudah ada kios Saprodinya, ada layanan bengkel Alsintan, ada unit pengelolaan Alsintan, tempat cuci Alsintan, kemudian gudang, kantor UPJA, dan ruang pertemuan," paparnya.

Kemudian, lanjut Sarwo Edhy, Kementan bekerja sama dengan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas untuk memberikan layanan bahan bakar minyak (BBM) Pertamini untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar.

"Semua dalam rangka pengelolaan alat mesin pertanian. Jadi kami ke depan merubah mindset dari pola budidaya tradisional ke pola modern melalui sistem mekanisasi," kata Sarwo Edhy.

Bisnis

Sarwo Edhy menambahkan, pengelolaan Alsintan oleh UPJA/Poktan/Gapoktan ke depan diarahkan secara bisnis.

Untuk itu harus ada pengurus dalam UPJA/Poktan/Gapoktan yang mau dan mampu mengelola pelayanan jasa Alsintan secara profesional.

"Sekali lagi saya berharap bahwa dengan adanya Bengkel Alsintan yang dikelola bersama oleh UPJA Tani Karya Mandiri dapat membantu dalam meningkatkan produksi dan usaha tani warga sekitar," pungkasnya. [◦ˆ⌣ˆ◦]


Artikel ini telah tayang di sini