===========>>> SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH <<<===========

Pelatihan Cupping Tes dan Barista Kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah Dinilai Tidak Transparan

Kategori : Daerah Kamis, 17 Oktober 2019 - Oleh admin01

 

Takengon | Kegiatan pelatihan dan pengembangan industri kecil menengah tentang cupping tes (uji rasa) dan barista kopi arabika Gayo yang diselenggarakan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Aceh Tengah, menuai protes dari sejumlah kalangan.

Pasalnya, penyelenggaraan pelatihan dinilai tidak transparan.

Pelatihan cupping tes dan barista cenderung tertutup sehingga rekruitmen peserta hanya diperuntukan bagi orang orang terdekat.

“Seharusnya diumumkan secara terbuka, sehingga bisa diakses oleh masyarakat secara luas. Inikan kesannya tertutup. Setelah pelaksanaan baru kita tahu, ada pelatihan,” kata seorang pelaku kopi, warga Takengon, Zul, Rabu (16/9/2019).

Disebutkan Zul, pihaknya juga memahami bila jumlah peserta terbatas, namun jika diumumkan secara terbuka sehingga pelaksanaan pelatihan tepat sasaran.

Artinya, benar benar untuk para pelaku yang bergerak di bidang kopi. “Apalagi kita tahu bahwa untuk belajar cupping tes dan barista membutuhkan biaya besar. Inikan sebuah kesempatan untuk kawan kawan yang bergerak di dunia kopi, apakah itu cupping tes maupun barista,” keluhnya.

Menanggapi beragam kritikan, Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Odih Iskandar ST M Eng, menyebutkan, proses rekruitmen peserta bukan dilakukan oleh pihak dinas, melainkan pihak Kecamatan.

“Jadi, para peserta berasal dari sejumlah kecamatan. Memang tidak semua bisa terakomodir karena keterbatasan anggaran,” kata Odih Iskandar.

Dia sebutkan, jumlah peserta sebanyak 30 orang yang berasal dari Kecamatan Bebesen, Lut Tawar, Pegasing, Bies, Bintang, Ketol dan Kecamatan Silih Nara.

“Peserta yang direkrut pun merupakan kalangan milenial dari kecamatan. Bahkan bukan kalangan yang mengerti, tetapi pemula karena yang diajarkan materi dasar,” jelasnya.

Di sisi lain, Odih Iskandar menanggapi positif tentang munculnya beragam kritikan yang menyoal tentang pelatihan tersebut.

“Justru kritikan ini, menjadi bahan masukan buat kami. Itu artinya, masih banyak yang membutuhkan adanya pelatihan pelatihan terutama di bidang kopi. Semoga ke depan, bisa dilaksanakan kembali dengan jumlah peserta lebih banyak,” pungkasnya.

Pelatihan cupping tes dan barista kopi arabika, dilangsungkan di Gedung Oro Kopi Mongal, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Pelatihan berlangsung selama tiga hari 14 hingga 16 Oktober 2019 dengan menghadirkan narasumber di antaranya untuk cupping tes dan barista. [◦ˆ⌣ˆ◦]


Artikel ini telah tayang di sini